IDOLA ALETA "Baskara -Hindia"
Baskara putra
Daniel Baskara Putra, atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Hindia, adalah salah satu musisi, penyanyi, penulis lagu, dan produser rekaman paling berpengaruh di Indonesia saat ini. Lahir di Jakarta pada 22 Februari 1994, Baskara dikenal karena lirik-liriknya yang jujur, introspektif, dan sering kali menyentuh isu-isu personal serta sosial yang relevan dengan generasi muda.
Kariernya dimulai sebagai vokalis grup band rock alternatif .Feast pada tahun 2012. Bersama .Feast, ia menciptakan lagu-lagu yang berani mengkritik kondisi sosial dan politik, seperti lagu ikonik mereka, "Peradaban." Band ini berhasil membangun basis penggemar yang kuat dan dikenal dengan energi panggungnya yang eksplosif.
Proyek Solo yang Introspektif
Pada akhir 2018, Baskara meluncurkan proyek solo dengan nama Hindia. Proyek ini menjadi wadah baginya untuk mengeksplorasi sisi-sisi yang lebih pribadi dan sensitif, seperti perjuangan dengan kesehatan mental, hubungan antarmanusia, dan keresahan eksistensial.
Album solo perdananya, "Menari Dengan Bayangan" (2019), meledak di pasaran dan mendapatkan pujian kritis. Album ini berisi lagu-lagu hits seperti "Evaluasi", "Secukupnya", dan "Membasuh" (feat. Rara Sekar). Lirik-lirik dalam album ini seolah menjadi "terapi" bagi banyak pendengarnya, membantu mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah hidup. Album ini memenangkan penghargaan Album Alternatif Terbaik di AMI Awards 2024.
Pada tahun 2023, Hindia merilis album keduanya, "Lagipula Hidup Akan Berakhir". Album ini melanjutkan eksplorasi tema-tema yang lebih dalam, dengan lirik yang membahas tentang kematian, arti kehidupan, dan bagaimana menghadapi akhir. Album ini menampilkan kolaborasi dengan musisi lain seperti Nadin Amizah dan Petra Sihombing.
- .Feast: Baskara memulai karier musiknya sebagai vokalis band rock alternatif .Feast yang dibentuk pada tahun 2012. Band ini dikenal dengan lirik-lirik yang sering mengangkat isu sosial dan kritik politik. Lagu mereka, "Peradaban," menjadi salah satu karya yang melambungkan nama .Feast di industri musik.
- Hindia: Pada tahun 2018, Baskara meluncurkan proyek solo dengan nama panggung Hindia. Proyek ini memungkinkan dia untuk mengeksplorasi tema-tema yang lebih personal dan intim, seperti kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari. Album solo perdananya, Menari dengan Bayangan (2019), sangat sukses dan dikenal dengan lagu-lagu seperti "Secukupnya" dan "Evaluasi."
- Lomba Sihir: Selain dua proyek tersebut, Baskara juga merupakan frontman dari grup band Lomba Sihir, yang dibentuk pada tahun 2019.
Karir dan Penghargaan
Baskara Putra dikenal karena kemampuannya dalam menciptakan lirik yang realistis dan hiperbolis, seringkali menyentuh keresahan generasi muda. Selain berkarya sebagai musisi, ia juga pernah bekerja di bidang seni dan budaya, serta menjadi dosen tamu di Universitas Indonesia. Berkat karyanya, Baskara telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Artis Solo Alternatif Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards.
Dedikasi Baskara dalam bermusik telah diakui oleh berbagai pihak. Pada Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards, ia berhasil membawa pulang beberapa penghargaan bergengsi. Di tahun 2020, albumnya Menari Dengan Bayangan memenangkan piala untuk Album Alternatif Terbaik. Di tahun yang sama, ia juga dinobatkan sebagai Artis Solo Alternatif Terbaik berkat lagunya, "Rumah Ke Rumah."
Pada AMI Awards 2023, Baskara kembali menunjukkan dominasinya. Ia meraih dua piala untuk kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik dan Album Terbaik Terbaik untuk album keduanya, Lagipula Hidup Akan Berakhir. Penghargaan ini membuktikan bahwa karyanya tidak hanya terbatas pada genre alternatif, tetapi juga mampu diterima secara luas oleh masyarakat.
Selain sukses di panggung, Baskara juga aktif di belakang layar. Ia berperan sebagai produser dan penulis lagu untuk musisi lain, seperti Nadin Amizah. Kontribusinya dalam dunia seni juga meluas hingga ke ranah akademis, di mana ia pernah menjadi dosen tamu di Universitas Indonesia, berbagi wawasan tentang industri musik kepada para mahasiswa.
Meskipun pernah menghadapi kontroversi terkait tuduhan yang tidak benar tentang aliran tertentu, Baskara terus membuktikan dirinya sebagai seniman yang produktif dan jujur. Karya-karyanya yang autentik dan lirik-liriknya yang menyentuh hati membuat Baskara Putra bukan sekadar musisi, melainkan sosok yang merefleksikan keresahan dan harapan banyak orang melalui musiknya.
Kontribusi Lainnya,
Di luar panggung, Baskara memiliki peran penting di industri kreatif. Ia pernah menjadi staf pengajar di jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia, di mana ia membagikan pengetahuannya tentang industri musik dan seni. Selain itu, ia juga aktif sebagai produser dan penulis lagu untuk musisi lain, termasuk Nadin Amizah dan Laze. Keterlibatannya ini menunjukkan perannya yang multifungsi dan kontribusi yang luas dalam memajukan industri musik Indonesia.



Komentar
Posting Komentar